Berita

Pelatihan Kelompok PIK Remaja Kabupaten Bantul

Kamis Kliwon, 1 Desember 2016 08:10 WIB 596

foto

Generasi muda sekarang banyak menghadapi tantangan dimasa mendatang sehingga harus disiapkan secara matang dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan oleh Plt. Kepala BKKPPKB Bantul, Drs. Maman Permana pada Kamis (24/11) dalam materi tentang kebijakan Program Generasi Berencana (GenRe) sesaat setelah membuka Pelatihan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK Remaja) se Kabupaten Bantul. Pelatihan dilaksanakan selama 2 (dua) hari Kamis-Jumat bertempat di Aula BKKPPKB Bantul Kompleks Perkantoran Manding yang diikuti sebanyak 34 Kelompok PIK Remaja.

Ada tiga hal pokok dalam program GenRe yaitu Triad KRR, yang bertujuan untuk mengeliminasi atau meminimalisir resiko penyalahgunaan napsa, pernikahan usia dini dan seks bebas. “Pentingnya para remaja mengetahui resiko triad KRR untuk menuju generasi muda yang berkualitas”, tambah Maman.

Sesi selanjutnya diisi oleh H. Sigit Nursyam P.Ssi dari Yayasan Rumah Pelita membahas tentang remaja permasalahan dan solusinya. Disampaikan perkembangan manusia dipengaruhi oleh kemajuan teknologi yang menyebabkan pola hidup manusia menuju kesempurnaan. Namun demikian apabila kemajuan teknologi tidak dibarengi dengan pola pikir yang positif maka berakibat pada penyalahgunaan teknologi untuk tujuan yang jahat. “Oleh karenanya tugas orangtua atau keluarga untuk mengisi jiwa remaja putra putrinya dirasakan sangat penting”, lanjut Sigit.

Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKPPKB Bantul, Drs. Lukas Sumanasa pada pelatihan ini berkesempatan menyampaikan materi mengenai kesehatan reproduksi dan seksualitas remaja. Pada materi disampaikan bahwa pada masa puberitas remaja maka saat itulah mulai dikenalkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dan seksualitas secara lebih instensif. Karena bila remaja tidak mengenal dan paham maka sangat mungkin pengaruh masa perkembangan yang penuh gejolak menjadi negatif. Ditegaskan oleh Lukas bahwa remaja harus aktif dan selalu optimis akan masa depan yang lebih baik.

Selanjutnya bagaimana pengelolaan PIK Remaja disampaikan oleh Kepala Sub Bidang Pembinaan Ketahanan Keluarga Bidang KSPK BKKPPKB Bantul, Kodrad Untoro, S.Sos yang menyampaikan syarat untuk bisa masuk menjadi aggota PIK Remaja adalah kategori remaja yakni usia 10 sampai dengan 24 tahun dan belum menikah.