Statistik Pengunjung

  • Pengunjung: 86690
  • Online: 4
  • Hari ini: 51

Visi dan Misi

Visi Pemerintah Kabupaten Bantul

Bantul Projotamansari, Sejahtera, Demokratis dan Agamis

Visi

BANTUL SEJAHTERA 2015

Visi tersebut mengandung pengertian bahwa tujuan bersama antara pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bantul yang ingin mewujudkan kondisi Kabupaten Bantul pada tahun 2015 yaitu kebutuhan dasar keluarga telah terpenuhi secara lahir dan batin yang diwujudkan melalui misi

Misi

  • Misi I
  • 1.Memberdayakan Keluarga dalam rangka mewujudkan Kesejahteraan dan Ketahanan Keluarga

    a.Pemberdayaan Keluarga Miskin

    1. Menurunnya Proporsi Keluarga Miskin.
    2. Peningkatan Kualitas SDM Keluarga Miskin dan terbukanya akses kesempatan kerja serta modal kerja.
    3. Meningkatkan produktifitas keluarga miskin.
    4. Tersedianya system informasi program (SIP) pengentasan kemiskinan.
    5. Terjadinya sinergi antar program dan kemitraan dalam usaha menanggulangi kemiskinan secara terpadu.
    6. Meningkatkan partisipasi masyarakat dan pemberdayaan kelembagaan masyarakat dalam penanggulangan kemiskinan.
    7. Meningkatkan kelembagaan Ekonomi Desa.

    b. Pemberdayaan Ekonomi Keluarga

    1. Meningkatnya jumlah keluarga yang mempunyai kegiatan Ekonomi Produktif.
    2. Meningkatnya partisipasi mitra usaha dalam kegiatan kelompok UPPKS.
    3. Berkembangnya program penguatan modal usaha.
    4. Meningkatnya penyerapan modal usaha oleh kelompok UPPKS

    c.Ketahanan Keluarga

    1. Meningkatnya partisipasi keluarga dalam Kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL).
    2. Berkembangnya Kuantitas dan Kualitas Kelompok BKB, Kelompok BKR dan Kelompok BKL.
  • Misi II
  • Meningkatkan kualitas pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi untuk mendukung kebijakan kependudukan.

    a. Kesejahteraan Keluarga dan Keluarga Berencana

    1. Menurunya proporsi Unmeet need
    2. Meningkatnya kelestarian kesertaan KB
    3. Menurunnya TFR
    4. Meningkatnya Proporsi Keluarga Sejahtera yang menggunakan pelayanan mandiri.
    5. Meningkatnya usia kawin pertama wanita 21 tahun.
    6. Meningkatnya proporsi keluarga yang memahami tentang Kesehatan Reproduksi.
    7. Menurunya tingkat kegagalan penggunaan alat kontrasepsi.

    b. Operasional Kependudukan

    1. Komitmen politis untuk melindungi Meningkatnya derajat kesehatan ibu, bayi dan anak balita.
    2. Meningkatnya jumlah dan kualitas sarana pelayanan Konseling Keluarga Berencana dan Kesejahteraan Keluarga.
    3. Meningkatnya partisipasi pria dalam program Kesejahteraan Keluarga dan Keluarga Berencana.
    4. Meningkatnya komitmen politis untuk perlindungan terhadap kekerasan dalam rumah tangga.
  • Misi III
  • Memperkuat Jaringan Kelembagaan untuk mendukung kelancaran Program Kesejahteraan Keluarga, Ketahanan Keluarga dan Keluarga Berencana

    a. Penguatan dan Pemantapan Jaringan Kelembagaan

    1. Penguatan Kelembagaan Desa dan Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) dalam program Kesejahteraan Keluarga, Ketahanan Keluarga dan Keluarga Berencana.
    2. Meningkatnya peran serta masyarakat dan LSOM dalam Program Kesejahteraan Keluarga Ketahanan Keluarga dan Keluarga Berencana.
    3. Tersedianya petunjuk pelaksanaan dan petunjuk tehnis, pedoman operasional tentang Kesejahteraan Keluarga, Ketahanan Keluarga dan Keluarga Berencana.
    4. Tersedianya sarana pencatatan dan pelaporan.
    5. Meningkatnya kualitas SDM keluarga
    6. Meningkatnya partisipasi tenaga program dalam program Kesejahteraan Keluarga, Ketahanan Keluarga dan Keluarga Berencana.
    7. Mantapnya mekanisme operasional Kesejahteraan Keluarga, Ketahanan Keluarga dan Keluarga Berencana.
  • Misi IV
  • Mendukung Kemitraan dalam rangka Pengembangan Jaringan Informasi Program Kesejahteraan Keluarga dan Keluarga Berencana

    a.Penguatan dan Pengembangan Jaringan Informasi

    1. Tersedianya data Keluarga Miskin, Keluarga Sejahtera, Ketahanan Keluarga dan Keluarga Berencana.
    2. Mantapnya pengelolaan pelayanan informasi dan Program Penanggulangan Kemiskinan, Program Kesejahteraan Keluarga, Ketahanan Keluarga dan Keluarga Berencana.
    3. Adanya hasil kajian periodic hasil program.
    4. Adanya inovasi program Penanggulangan Kemiskinan, Kesejahteraan Keluarga, Ketahanan Keluarga dan Keluarga Berencana.

    b. Advokasi KIE Kesejahteraan Kelaurga, Ketahanan Keluarga dan Keluarga Berencana

    1. Meningkatnya komitmen politis terhadap program Penanggulangan Kemiskinan, Kesejahteraan Keluarga, Ketahanan Keluarga dan Keluarga Berencana.
    2. Tersedianya sarana KIE Program Penanggulangan Kemiskinan, Kesejahteraan Keluarga, Ketahanan Keluarga dan Keluarga Berencana.
    3. Meningkatnya Jangkauan Pelayanan KIE Program Penanggulangan Kemiskinan, Kesejahteraan Keluarga, Ketahanan Keluarga dan Keluarga Berencana.
    4. Meningkatnya kepedulian Keluarga terhadap program Penanggulangan Kemiskinan, Kesejahteraan Keluarga, Ketahanan Keluarga dan Keluarga Berencana.
    5. Berkembangnya pusat konseling Program Penanggulangan Kemiskinan, Kesejahteraan Keluarga, Ketahanan Keluarga dan Keluarga Berencana.
    6. Meningkatnya kemampuan keluarga dalam pengambil keputusan terkait masalah Penanggulangan Kemiskinan, Kesejahteraan Keluarga, Ketahanan Keluarga dan Keluarga Berencana.